Kura – Kura Air Tawar
Kura–kura air tawar memiliki nama latin Chrysemys picta. Hewan ini cukup terkenal sebagai hewan untuk dipelihara. Kura–kura ini termasuk ke dalam jenis semi-akuatik karena kemampuannya yang bisa hidup di dua dunia; darat dan air.
Ketika berada di lahan kering, kura-kura akan bernafas menggunakan paru-paru. Ketika berada di dalam air, ia akan bernafas menggunakan dinding kloakanya. Hal inilah yang menjadikan kura-kura dapat berenang di dalam air untuk waktu yang sangat lama.
Kaki dari kura-kura didesain memiliki bentuk sirip untuk memudahkannya berenang, namun pada ujung jarinya, mereka juga memiliki kuku-kuku yang tajam untuk membantu berjalan dengan cepat di daratan. Kura-kura juga senang berjemur di siang hari. Mereka menghangatkan tubuh dengan bantuan sinar matahari.
Makanan dari kura-kura ini bervariasi. Bagi mereka yang dipelihara, jenis pakan ikan seperti pelet sudah dapat mencukupi kebutuhannya. Namun asal muasal mereka sebagai hewan liar menjadikannya masih harus memakan ikan-ikan kecil seperti wader, bahkan sampai kodok.
Kura-kura air tawar tidak memiliki mekanisme pertahanan sekuat kura-kura darat. Leher dan kaki-kaki mereka yang panjang menjadikannya tidak dapat dimasukkan ke dalam tempurung. Inilah yang menyebabkan kura-kura air tawar dapat berjalan lebih cepat daripada kura-kura darat untuk menghindari predator.
Prosesi pemijahan kura-kura air tawar melalui tahapan dimana kura-kura jantan akan menyerang betina. Ketika si jantan menang, maka mereka akan kawin. Setelah kawin, betina akan bertelur di dalam lubang tanah yang sudah ia gali. Telur-telur itu akan dihangatkan menggunakan suhu tanah yang idealnya 28o celcius. Telur kura-kura akan menetas setelah kurang lebih 65 hari.
Paragraf 1 : Pernyataan Umum
Paragraf 2 - 5 : Aspek yang Dilaporkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar