Senin, 07 November 2016

HIV / AIDS dan Gonorrheoa

HIV / AIDS


Apa itu HIV/AIDS?
Sebutan HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immune Deficiency Syndrome) memang sudah tak asing di telinga kita. Mungkin kebanyakan dari kita mengenal HIV/AIDS adalah sama, yaitu sebagai satu jenis penyakit yang menyerang kekebalan tubuh. Namun kenyataannya, HIV dan AIDS merupakan dua hal berbeda yang berkesinambungan.

Kita bisa menyebutnya;
HIV adalah virus, sedangkan AIDS adalah penyakit yang disebabkan virus tersebut.
Mengapa diberi sebutan HIV/AIDS dan bukannya HIV dan AIDS?
Karena HIV hanyalah virus dimana masa menjadi penyakit AIDS tergolong lama. Juga AIDS hanya disebabkan oleh virus HIV. Sehingga dimana sudah terinfeksi HIV maka pasti akan terkena AIDS apabila tidak ada tindakan lebih lanjut.

Seperti apa penularan HIV?
Biasanya, individu sehat tertular virus HIV karena hubungan seksual dan jarum bekas pakai dari individu terinfeksi virus. Cairan tubuh seperti air liur, air seni, ASI (air susu ibu) dan darah juga bisa menjadi faktor apabila masuk ke dalam aliran darah tubuh kita.
Ketika tertular, maka individu terinfeksi tidak akan langsung mengidap AIDS. Dikarenakan masa inkubasi dari virus ini memakan waktu sekitar 10 tahun semenjak terkena virus. Pengertian masa inkubasi sendiri adalah; masa masuknya bibit penyakit sampai terjadi gejala. Jadi, jika seseorang telah terkena HIV, ia masih bisa terlihat seperti orang sehat pada umumnya sampai ia terkena AIDS.

Lalu apa gejala yang timbul setelah terkena AIDS?
AIDS yang menyerang kekebalan tubuh (sel darah putih) bukanlah penyakit yang timbul dengan spesifikasi tertentu. Pada umumnya, gejala yang ditimbulkan AIDS hanyalah penyakit umum yang menyerang ketika kondisi tubuh kita sedang buruk, seperti; flu, demam, batuk, diare, stomatitis (sariawan). Hanya saja dalam rentan waktu yang sangat panjang dan tidak sembuh-sembuh walaupun sudah mengkonsumsi obat dan mengunjungi dokter.
Setelah terkena AIDS untuk kurun waktu lama, maka perlahan akan muncul bintik-bintik hitam di seluruh bagian tubuh. Juga ketika seseorang terkena AIDS, maka orang itu akan terlihat perbedaan jauh dengan orang sehat walaupun hanya kita pandang sekilas. Pengidap AIDS memiliki kulit pucat pasi yang rata-rata sudah berbintik hitam, tubuhnya lemas tak bertenaga, pandangan sayu dan bibir yang memucat. Karena AIDS menyerang kekebalan tubuh pengidapnya maka sulit bagi tubuh itu sendiri untuk menyegarkan bagian-bagiannya.

Bagaimana tindakan pencegahannya?

  • Pertama, kita tidak boleh berhubungan seks bebas dengan pengidap HIV/AIDS. Apabila salah seorang dari pasangan suami istri mengidap HIV/AIDS, hendaknya gunakan alat kontrasepsi tertentu sebagai pengaman.
  • Kedua, bagi pemilik HIV/AIDS diharapkan tidak meludah dan kencing di sembarang tempat. Sangat mudah bagi individu lain tertular meskipun hanya menyentuh area terkontaminasi HIV/AIDS. Apalagi bila individu sehat itu tidak mempunyai imun yang cukup dan memiliki luka terbuka dimana zat cair seperti ludah dan kencing bisa masuk ke dalamnya.
  • Ketiga, jangan langsung mentransfusi darah tanpa pengecekan lebih lanjut. Biasanya dalam keadaan darurat dan panik, pendonor akan dicari hanya dari kecocokan golongan darah dan langsung ditranfusikan kepada pasien tanpa adanya pemeriksaan bibit-bibit penyakit. Maka dari itu, hendaknya tidak gegabah dalam keadaan darurat dan melakukan semuanya sesuai prosedur.
  • Keempat, tidak menggunakan jarum suntik berganti-gantian, apalagi salah seorang pengidap HIV/AIDS. Jarum suntik bekas yang tidak steril memang sudah musnah beberapa waktu yang lalu, namun sekarang masih ada penularan HIV/AIDS melalui jarum. Yaitu dengan membuat tattoo melalui jarum yang tidak steril. Ada kemungkinan salah satu pemakai sebelumnya merupakan pengidap HIV/AIDS
  • Kelima, kepada pasangan yang ingin menikah diharapkan memeriksakan tubuh terkait adanya penyakit HIV/AIDS. Karena apabila salah satu terkena dan sang istri hamil, maka ketika janin berada dalam kandungan akan ada kemungkinan besar janin terinfeksi HIV. Bila sudah lahir, akan ada larangan menyusui bagi ibu karena dapat menulari sang bayi dan menyebabkan bayi memiliki HIV yang berkelanjutan AIDS.
  • Keenam, memiliki pola hidup sehat. Individu dengan kekebalan tubuh yang tinggi akan semakin sulit ditembus oleh virus HIV. Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk menjaga kesehatan tubuh sendiri dengan berolahraga, makan makanan 4 sehat 5 sempurna, jam tidur cukup, kebersihan diri dan kkehidupan yang senantiasa berbahagia.

Apabila terjangkit HIV/AIDS bagaimana cara menyembuhkannya?
Bila disinyalir terkena HIV/AIDS, pertama yang harus dilakukan adalah pengecekan darah. Adanya positif HIV atau tidak. Secara lebih rinci adalah pengecekan CD4 (sel darah putih).
Ketika hasil yang diterima adalah positif HIV, maka segeralah berobat dan berkonsultasi dengan dokter di bidangnya. Setelah itu, target penyembuhan sesuai prosedur akan lebih mengarah kepada pembangunan imun tubuh dengan obat-obatan sejenis suplemen.



GO Gonorrheoa Kencing Nanah

Apa itu Gonnorheoa?
Penyakit yang akrab dengan sebutan singkat GO ini adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus Neisseria gonnorheoa. Penyakit ini mengakibatkan penderitanya mengeluarkan nanah ketika kencing. Penyakit ini tidak hanya menyerang area kelamin, tetapi juga menyerang rektum, kulit dan tenggorokan.

Seperti apa penularan Gonnorheoa?
Individu sehat tertular GO karena berhubungan seksual dengan individu terkontainasi. Baik itu hubungan anal, oral ataupun homoseksual. Dapat juga penularan terjadi karena kondisi lingkungan dan diri sendiri yang kotor dan tidak terawat.

Lalu apa gejala yang timbul setelah terkena Gonnorheoa?
Setelah melalui masa inkubasi selama 2 – 10 hari, penyakit ini mulai menimbulkan gejala. Biasanya yang paling umum adalah rasa sakit dan panas ketika kencing, keluarnya nanah saat kencing, rasa tidak enak pada daerah kelamin dan pusing disertai mual. Bila seks dilakukan secara anal, maka rektum juga dapat terinfeksi. Begitu juga hubungan seks secara oral dapat menginfeksi tenggorokan dan area dalam mulut.
Pada tahap yang parah, individu terinfeksi tidak akan bisa memiliki keturunan.
Untuk ibu hamil yang terkena GO, anak yang lahir akan mengalami kebutaan karena cairan nanah yang berada di sekitar jalan keluar bayi masuk dan menginfeksi mata bayi.

Bagaimana tindakan pencegahannya?
Pertama, hindari berhubungan seksual secara bebas. Faktor utama penyebab GO adalah bebasnya hubungan seksual tanpa sadar telah memilih pasangan yang terinfeksi.
Kedua, bagi wanita adalah wajib untuk menjaga kebersihan daerah kelaminnya. Apabila daerah kewanitaan kotor dan lembab, maka akan menjadi sarang penyakit yang dapat mengundang virus GO.
Ketiga, menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, untuk penderita GO, diharapkan tidak menggunakan fasilitas umum seperti toilet, terkhususnya toilet duduk.
Keempat, penggunaan alat kontrasepsi sebagai pengaman saat berhubungan seksual.

Apabila terjangkit Gonnorheoa bagaimana cara menyembuhkannya?
Konsultasi dokter lalu pemeriksaan di lab. Perlu dilakukan pemeriksaan darah dan kencing. Serta pemeriksaan alat kelamin untuk pria.
Setelahnya akan diberi obat antibiotik serta obat peredam nyeri. 3 -5 hari kemudian akan dilakukan evaluasi. Jika tahapan sudah memasuki fase yang serius, maka akan diopname disertai pemberian obat-obatan injeksi, infus, dan pemasangan alat oksigen.


Refleksi Sosial [HIV/AIDS dan GO]
Sebagai makhluk sosial berakal budi, kita tahu seberapa mengerikannya HIV/AIDS dan GO ini. Apabila di antara kita terdapat teman atau keluarga yang mengidap HIV/AIDS atau GO, kita tidak boleh mengucilkannya. Kita harus memberi dorongan agar pasien memiliki semangat untuk sembuh. Kita juga tidak perlu takut tertular selama pengidapnya memiliki pola hidup sehat dan menjaga kebersihan. Justru para pengidap HIV/AIDS lah yang mudah tertular penyakit umum dari kita. Perangi penyakitnya, bukan orangnya!


Ini adalah tugas saya saat menduduki kelas 9 SMP. Saya mewawancarai seorang petugas medis yang memang berkerja di lingkup ini, beliau seorang yang profesional. Semoga postingan ini dapat membantu :)

Tidak ada komentar: